Selasa, 20 September 2016

Hati-hati terlindas orang kreatif



Dewasa ini dunia berkembang begitu pesat. Zaman teknologi menggeliat, menunjukan taringnya. Teknologi dan anak muda adalah dua hal yang bergandengan. Teknologi selalu berhasil merambah dunia anak muda, sebab anak-anak muda ini selalu terbuka dengan perubahan yang cepat. Secara psikologis mereka sedang mencari jati dirinya sehingga mereka mencoba berbagai hal untuk sampai pada jati dirinya yang sejati. Selain itu sosialisasi di kalangan para muda ini sangat kuat. Katakanlah seorang anak muda memiliki sebuah teknologi yang baru rilis, maka hanya dalam hitungan detik –entah melalui komunitasnya, teman sekolah, teman bermain, dan lain-lain– maka dalam sekejap teknologi itu telah merambah ke berbagai belahan dunia.
Apa dampaknya?
Dampaknya bisa baik, bisa buruk, tergantung dari manajemen masing-masing diri. Saya suka sebuah ungkapan dari Paracelsus (Bapak Taksikologi) :
“Dosis solum facit venum”
(Segala sesuatu adalah racun dan tidak ada yang tanpa racun, hanya dosis yang membuat sesuatu menjadi bukan racun)
Dengan kata lain, jika dosis atau takarannya tepat, segala sesuatu juga bisa menjadi obat.
Nah, berkaitan dengan perkembangan teknologi di zaman ini, banyak perusahaan besar yang akhirnya tergilas oleh beringasnya putaran roda zaman, meski banyak juga perusahaan bahkan individu yang muncul bermekaran bak bunga di musim semi. Mereka yang berhasil menerobos ganasnya zaman adalah mereka yang menggunakan dosis dengan tepat, sehingga bisa menjadi obat bagi dirinya. Sebutlah para penemu aplikasi-aplikasi canggih yang kini mungkin banyak Anda gunakan. Mereka bersaing! Semula, para penemu ini pasti dikatakan gila karena idenya yang muskil, yang pada zaman itu belum terbayang sama sekali. Namun, orang-orang gila ini bertahan (dan agak sedikit keras kepala saya rasa…).
Saya membayangkan, dulu sewaktu ide mereka pertama kali tercetus, mereka adalah anak muda yang masih unyu-unyu, ideologis, keras kepala dan pantang ditentang. Dan selayaknya anak muda, ketika mereka ditentang dan semakin mereka ditentang maka mereka semakin keras kepala. Berterima kasihlah pada mereka yang sudah keras kepala memperjuangkan idenya hingga Anda kini bisa menikmati beragam aplikasi yang hanya sekali sentuh dapat menyajikan berbagai hal.
Darimana ini bermula?
Jawabannya dari orang-orang kreatif. Siapa orang-orang kreatif itu? Mereka adalah pengkhayal kelas berat. Saya katakan seperti itu karena… saya teringat cerita dari masa kecil saya, tentang seorang penyihir dan tongkat ajaibnya, tentang jin dari lampu ajaib yang bisa mengabulkan permintaan dalam sekejap, tentang seorang raja yang bisa mendatangkan apapun hanya dengan menjentikkan jarinya. Yah, semua itu cerita khayal dari dunia masa kecil saya. Dulu, generasi saya pasti membayangkan : “Seandainya…”
“Seandainya… itu semua benar-benar ada dalam hidup ini”
Hari ini kita semua bisa melihat bahwa hal seperti itu bukan lagi hanya sebuah khayalan. Tongkat ajaib memang ada. Pen yang digunakan untuk tablet atau beberapa handphone, yang hanya dengan sekali tunjuk Anda bisa mendatangkan pizza ke tempat Anda berada, bahkan segala perlengkapan kehidupan kini bisa Anda cari via online. Dengan mekanisme yang sama, jika Anda menggunakan jari Anda (touch screen pada gadget Anda itu ibarat menjentikkan jari) dan semua akan datang pada Anda. Jin dari lampu ajaib bisa Anda temukan jika Anda memanfaatkan fitur video call untuk kebutuhan tersebut. Betapa indahnya hidup ini, Anda hanya duduk manis dan semua bisa datang kepada Anda, seperti sihir.
MAGIC! AMAZING!
Kata-kata itu mungkin hanya bisa diucapkan oleh anak-anak dari masa lalu, masa dimana semua itu baru berawal dari cerita yang hanya bisa dibayangkan di kepala masing-masing. Anak-anak yang lahir di zaman yang telah berkembang ini mungkin akan merasa biasa saja.
Jika Anda mau jujur pada diri sendiri, anak-anak yang semula berkhayal inilah yang di kemudian hari mewujudkan mimpi mereka melalui beragam aplikasi yang pada awalnya dipandang sebelah mata, dianggap muskil dan mustahil. Lalu, mereka mulai mereka-reka, menuangkan isi pikiran mereka dalam berbagai bentuk nyata. Perlahan… tapi pasti, mereka mulai membangun… Karena diremehkan, maka mereka membangun dengan tenang tanpa ada yang mengganggu. Lalu… BOOOOOMMM! Pada saatnya mereka tampil, mereka mengalahkan hal biasa yang ada di dunia ini, meledak layaknya sebuah bom waktu, yang lucunya justru orang-orang yang menyepelekannya lah yang memasang dan mengaktifkan timer-nya.
Mereka adalah pemberani. Berani berpikir berbeda, berani membuat sesuatu yang berbeda. Berani berkhayal hal yang muskil. Khayalan adalah sebuah daya kreatifitas tingkat tinggi, khayalan adalah sebuah kreatifitas paling orisinil karena hanya orang tersebutlah yang tahu. Orang lain harus membayar harga tinggi jika ingin memilikinya.
Roda zaman terus bergerak, terus diisi oleh orang-orang seperti ini, dan selayaknya hukum dari sebuah perputaran, ada gaya sentripetal dan gaya sentifugal yang berlaku didalamnya. Orang-orang yang berpegang pada gaya sentripetal akan dengan mudah terpental dari putaran dunia, terhempas seiring dengan cepatnya putaran roda. Sementara orang-orang yang berpegang pada gaya sentifugal akan tertarik ke poros. Dalam sebuah perputaran, hanya di dalam poroslah gaya putar tak akan terasa.
Tidak perlu berpusing, kreatiflah!
Buatlah sesuatu yang berguna. Jika tidak untuk orang lain, minimal untuk diri Anda sendiri. Jangan hanya terbawa arus zaman, jangan hanya bisa bersenang-senang menikmati hasil kreatifitas orang lain. Berpikirlah! Berkhayal lah! Dunia membutuhkan lebih banyak orang gila yang kreatif untuk terus tumbuh lebih baik.
Ingatlah : “DIAM” dan “TAK MELAKUKAN APAPUN” adalah dua hal yang berbeda!

**

Dua kutipan yang terdengar bertentangan ini semoga bisa membuat kita berpikir.
“Ada masanya ketika dunia dipenuhi ruang-ruang kosong, dan manusia yang memiliki imajinasi bisa membentuknya sesuai keinginan. Tapi… ruang-ruang tersebut diisi dengan cepat…”
-Sir Arthur Conan Doyle, kutipan pidato yang diberikan untuk menghormati Robert Peary, Mei 1910-

“Abad-abad yang telah lalu pernah memilki, dan masih memiliki kekuatan tersendiri, yang tidak bisa dibunuh oleh pembaruan semata.”
-Bram Stoker, dalam tulisannya “Dracula”-

**

Selamat berkreatifitas! Selamat berkhayal! Semoga berhasil!

Senin, 13 Juni 2016

CANGKIR...

Tidak hendak berfilosofi, hanya menuangkan sebuah pikiran.
Mengapa cangkir memiliki sebuah gagang di tepinya?
Jawabnya, untuk mengaitkan jemari kita padanya agar kita bisa memegangnya dengan kuat, lalu membawaya mendekati kita.
Cangkir selalu identik dengan cairan yang ada didalamnya (entah itu kopi atau teh), dan selalu ada kata “menyesap” mengiringi ritual minum dari cangkir tersebut. Ada kesan syahdu dan khusyu’ saat bunyi ‘sruup…’ halus terdengar samar-samar. Lalu, keheningan yang hanya diiringi nada ‘sruup’ itu akan membawa si empunya melakukan sebuah pemikiran yang singkat namun dalam.
Yah, cangkir selalu identik dengan hal tersebut.

Dalam tatanan bahasa Jawa ada benda yang disebut ‘cengkir’ yaitu kelapa yang masih sangat kecil namun telah menampakkan adanya daging buah dan sedikit air. (Bukan kelapa yang paling kecil ya, karena kelapa yang lebih kecil lagi punya nama lain : bluluk)
Cengkir’ dibahasakan sebagai “kenceng ing pikir” (kuat pikirannya)
Entah darimana kata “cangkir” itu bermula, tapi jaman dahulu kala orang memang menggunakan bathok ‘cengkir’ yang dimodifikasi sebagai alat minum. Maka, bolehlah saya katakan bahwa “cangkir” itu membawa kita untuk ‘mengencangkan pikiran’, tapi bukan berarti menjadi stress!

Cangkir, minum,  menyesap dan berpikir seperti sebuah rangkaian yang tidak terpisahkan.
Semua bermula dari jemari kita yang berkait pada gagang di tepi cangkir.
Ah, ya! Tentu!
Menurut beberapa sumber yang tidak diketahui keberadaannya, alias saya lupa (hehe…) :
Mengaitkan jari-jemari itu ternyata meningkatkan konsentrasi. Perhatikan pose meditasi dalam keadaan duduk, ada jemari yang terkait. Contoh yang mudah diamati ada pada patung Budha.
Ya! Jari-jemari mereka berkait. Sangat syahdu… khusyu’ dan penuh konsentrasi.
Saya masih ingat pula dengan para guru yang menggamitkan jarinya pada sebatang kapur, spidol maupun batang laser saat presentasi. Wah! Jangan coba-coba membuat kegaduhan yang tak perlu saat sang guru sedang melakukan ritual tersebut. Mereka sedang mengencangkan pikiran mereka alias memusatkan pikiran alias konsentrasi.
Tahu jadinya bila ada kegaduhan?
Sebatang kapur atau apapun dalam kaitan jemarinya akan melesat kearah sumber bebunyian. Cepat… dan biasanya tepat!
Itulah buah dari pemusatan pikiran atau bisa kita sebut ‘mengencangkan pikiran’.

Cangkir.
Sungguh sebuah benda yang unik!

Dia masih diam tertelungkup pada tempatnya. Tak tersentuh.
Sementara… jemari ini masih berkait pada sebatang pena. Kata demi kata masih berlompatan melepaskan diri dari kencangnya pikiran, menjalin kalimat demi kalimat tentang ‘cangkir’.

Cangkir.
Aku akan menunggu saat “berbuka puasa” untuk menggamit gagangmu. Saat ini sebaiknya aku menahan diri untuk menyentuh apalagi memandangmu karena kau belum halal bagiku. Aku akan bersabar… hingga saatnya nanti aku bisa mengaitkan jemariku pada gagang di tepianmu, aku akan membawamu mendekat padaku. Menyesap kesyahduan dalam hening dan khusyu’ yang dalam. Berterima kasih pada-Nya atas rizki yang telah Dia berikan padaku. Aamiin.

Cangkir.
Unik! Pada tanggal 12 Juni 2016 (Minggu pagi) saya dapat sebuah posting dari akun line @test_psikologi (terlihat pada gambar), bertuliskan : 
“Manakah kopi yang kamu lihat paling mahal harganya?”

Berikut penjelasannya :

Jika Anda memilih no. 1 : Anda termasuk tipe orang yang tenang dan obyektif, dalam artian cenderung memilih untuk tidak memihak dengan membabi buta. Anda akan mempelajari sudut pandang kedua belah pihak yang berselisih, baru kemudian mencari solusi yang terbaik. Anda juga cepat mempelajari hal baru sehingga banyak orang yang mengagumi kepandaian Anda.

Jika Anda memilih no. 2 : dapat dikatakan Anda adalah sosok yang cenderung individualistic dan enggan menghabiskan waktu dalam keramaian. Anda lebih suka menyendiri, larut dalam pemikiran Anda yang mendalam menyangkut kehidupan yang sudah dan yang akan Anda jalani. Ide Anda umumnya out of the box, sehingga wajar kalau orang lain menganggap sosok Anda eksentrik.

Jika Anda memilih no. 3 : dalam kelompok, pada dasarnya Anda cenderung tidak antusias untuk menjadi pemimpin. Namun, apabila sampai ditunjuk maka Anda akan menjalankan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, karena karakter Anda yang tidak ingin mengecewakan orang lain. Bahkan seringkali Anda berakhir menjadi pemimpin yang disukai karena loyalitas Anda yang tinggi.

Jika Anda memilih no. 4 : eksterior Anda yang cenderung kaku membuat banyak orang yang baru pertama kali bertemu salah mengira Anda sebagai sosok yang dingin. Padahal kalau sudah kenal, Anda sebenarnya memiliki banyak topic pembicaraan menarik dan selera humor yang baik. Anda cenderung tidak menyukai hal yang bertele-tele alias tidak praktis.

Jadi, unik bukan kawan kita sehari-hari ini? Si CANGKIR.