Dewasa ini dunia berkembang
begitu pesat. Zaman teknologi menggeliat, menunjukan taringnya. Teknologi dan
anak muda adalah dua hal yang bergandengan. Teknologi selalu berhasil merambah
dunia anak muda, sebab anak-anak muda ini selalu terbuka dengan perubahan yang
cepat. Secara psikologis mereka sedang mencari jati dirinya sehingga mereka
mencoba berbagai hal untuk sampai pada jati dirinya yang sejati. Selain itu
sosialisasi di kalangan para muda ini sangat kuat. Katakanlah seorang anak muda
memiliki sebuah teknologi yang baru rilis, maka hanya dalam hitungan detik
–entah melalui komunitasnya, teman sekolah, teman bermain, dan lain-lain– maka
dalam sekejap teknologi itu telah merambah ke berbagai belahan dunia.
Apa dampaknya?
Dampaknya bisa baik, bisa buruk,
tergantung dari manajemen masing-masing diri. Saya suka sebuah ungkapan dari
Paracelsus (Bapak Taksikologi) :
“Dosis solum facit venum”
(Segala sesuatu adalah racun dan
tidak ada yang tanpa racun, hanya dosis yang membuat sesuatu menjadi bukan
racun)
Dengan kata lain, jika dosis atau
takarannya tepat, segala sesuatu juga bisa menjadi obat.
Nah, berkaitan dengan
perkembangan teknologi di zaman ini, banyak perusahaan besar yang akhirnya
tergilas oleh beringasnya putaran roda zaman, meski banyak juga perusahaan
bahkan individu yang muncul bermekaran bak bunga di musim semi. Mereka yang
berhasil menerobos ganasnya zaman adalah mereka yang menggunakan dosis dengan
tepat, sehingga bisa menjadi obat bagi dirinya. Sebutlah para penemu
aplikasi-aplikasi canggih yang kini mungkin banyak Anda gunakan. Mereka
bersaing! Semula, para penemu ini pasti dikatakan gila karena idenya yang
muskil, yang pada zaman itu belum terbayang sama sekali. Namun, orang-orang
gila ini bertahan (dan agak sedikit keras kepala saya rasa…).
Saya membayangkan, dulu sewaktu
ide mereka pertama kali tercetus, mereka adalah anak muda yang masih unyu-unyu,
ideologis, keras kepala dan pantang ditentang. Dan selayaknya anak muda, ketika
mereka ditentang dan semakin mereka ditentang maka mereka semakin keras kepala.
Berterima kasihlah pada mereka yang sudah keras kepala memperjuangkan idenya
hingga Anda kini bisa menikmati beragam aplikasi yang hanya sekali sentuh dapat
menyajikan berbagai hal.
Darimana ini bermula?
Jawabannya dari orang-orang
kreatif. Siapa orang-orang kreatif itu? Mereka adalah pengkhayal kelas berat.
Saya katakan seperti itu karena… saya teringat cerita dari masa kecil saya,
tentang seorang penyihir dan tongkat ajaibnya, tentang jin dari lampu ajaib
yang bisa mengabulkan permintaan dalam sekejap, tentang seorang raja yang bisa
mendatangkan apapun hanya dengan menjentikkan jarinya. Yah, semua itu cerita
khayal dari dunia masa kecil saya. Dulu, generasi saya pasti membayangkan :
“Seandainya…”
“Seandainya… itu semua
benar-benar ada dalam hidup ini”
Hari ini kita semua bisa melihat
bahwa hal seperti itu bukan lagi hanya sebuah khayalan. Tongkat ajaib memang
ada. Pen yang digunakan untuk tablet atau beberapa handphone, yang hanya dengan
sekali tunjuk Anda bisa mendatangkan pizza ke tempat Anda berada, bahkan segala
perlengkapan kehidupan kini bisa Anda cari via online. Dengan mekanisme yang
sama, jika Anda menggunakan jari Anda (touch screen pada gadget Anda itu ibarat
menjentikkan jari) dan semua akan datang pada Anda. Jin dari lampu ajaib bisa
Anda temukan jika Anda memanfaatkan fitur video call untuk kebutuhan tersebut.
Betapa indahnya hidup ini, Anda hanya duduk manis dan semua bisa datang kepada
Anda, seperti sihir.
MAGIC! AMAZING!
Kata-kata itu mungkin hanya bisa
diucapkan oleh anak-anak dari masa lalu, masa dimana semua itu baru berawal
dari cerita yang hanya bisa dibayangkan di kepala masing-masing. Anak-anak yang
lahir di zaman yang telah berkembang ini mungkin akan merasa biasa saja.
Jika Anda mau jujur pada diri
sendiri, anak-anak yang semula berkhayal inilah yang di kemudian hari
mewujudkan mimpi mereka melalui beragam aplikasi yang pada awalnya dipandang
sebelah mata, dianggap muskil dan mustahil. Lalu, mereka mulai mereka-reka,
menuangkan isi pikiran mereka dalam berbagai bentuk nyata. Perlahan… tapi
pasti, mereka mulai membangun… Karena diremehkan, maka mereka membangun dengan
tenang tanpa ada yang mengganggu. Lalu… BOOOOOMMM! Pada saatnya mereka tampil,
mereka mengalahkan hal biasa yang ada di dunia ini, meledak layaknya sebuah bom
waktu, yang lucunya justru orang-orang yang menyepelekannya lah yang memasang
dan mengaktifkan timer-nya.
Mereka adalah pemberani. Berani
berpikir berbeda, berani membuat sesuatu yang berbeda. Berani berkhayal hal
yang muskil. Khayalan adalah sebuah daya kreatifitas tingkat tinggi, khayalan
adalah sebuah kreatifitas paling orisinil karena hanya orang tersebutlah yang
tahu. Orang lain harus membayar harga tinggi jika ingin memilikinya.
Roda zaman terus bergerak, terus
diisi oleh orang-orang seperti ini, dan selayaknya hukum dari sebuah
perputaran, ada gaya sentripetal dan gaya sentifugal yang berlaku didalamnya.
Orang-orang yang berpegang pada gaya sentripetal akan dengan mudah terpental
dari putaran dunia, terhempas seiring dengan cepatnya putaran roda. Sementara
orang-orang yang berpegang pada gaya sentifugal akan tertarik ke poros. Dalam
sebuah perputaran, hanya di dalam poroslah gaya putar tak akan terasa.
Tidak perlu berpusing,
kreatiflah!
Buatlah sesuatu yang berguna.
Jika tidak untuk orang lain, minimal untuk diri Anda sendiri. Jangan hanya
terbawa arus zaman, jangan hanya bisa bersenang-senang menikmati hasil
kreatifitas orang lain. Berpikirlah! Berkhayal lah! Dunia membutuhkan lebih
banyak orang gila yang kreatif untuk terus tumbuh lebih baik.
Ingatlah : “DIAM” dan “TAK
MELAKUKAN APAPUN” adalah dua hal yang berbeda!
**
Dua kutipan yang terdengar
bertentangan ini semoga bisa membuat kita berpikir.
“Ada masanya ketika dunia
dipenuhi ruang-ruang kosong, dan manusia yang memiliki imajinasi bisa
membentuknya sesuai keinginan. Tapi… ruang-ruang tersebut diisi dengan cepat…”
-Sir Arthur Conan Doyle, kutipan
pidato yang diberikan untuk menghormati Robert Peary, Mei 1910-
“Abad-abad yang telah lalu pernah
memilki, dan masih memiliki kekuatan tersendiri, yang tidak bisa dibunuh oleh
pembaruan semata.”
-Bram Stoker, dalam tulisannya
“Dracula”-
**
Selamat berkreatifitas! Selamat
berkhayal! Semoga berhasil!