Senin, 13 Juni 2016

CANGKIR...

Tidak hendak berfilosofi, hanya menuangkan sebuah pikiran.
Mengapa cangkir memiliki sebuah gagang di tepinya?
Jawabnya, untuk mengaitkan jemari kita padanya agar kita bisa memegangnya dengan kuat, lalu membawaya mendekati kita.
Cangkir selalu identik dengan cairan yang ada didalamnya (entah itu kopi atau teh), dan selalu ada kata “menyesap” mengiringi ritual minum dari cangkir tersebut. Ada kesan syahdu dan khusyu’ saat bunyi ‘sruup…’ halus terdengar samar-samar. Lalu, keheningan yang hanya diiringi nada ‘sruup’ itu akan membawa si empunya melakukan sebuah pemikiran yang singkat namun dalam.
Yah, cangkir selalu identik dengan hal tersebut.

Dalam tatanan bahasa Jawa ada benda yang disebut ‘cengkir’ yaitu kelapa yang masih sangat kecil namun telah menampakkan adanya daging buah dan sedikit air. (Bukan kelapa yang paling kecil ya, karena kelapa yang lebih kecil lagi punya nama lain : bluluk)
Cengkir’ dibahasakan sebagai “kenceng ing pikir” (kuat pikirannya)
Entah darimana kata “cangkir” itu bermula, tapi jaman dahulu kala orang memang menggunakan bathok ‘cengkir’ yang dimodifikasi sebagai alat minum. Maka, bolehlah saya katakan bahwa “cangkir” itu membawa kita untuk ‘mengencangkan pikiran’, tapi bukan berarti menjadi stress!

Cangkir, minum,  menyesap dan berpikir seperti sebuah rangkaian yang tidak terpisahkan.
Semua bermula dari jemari kita yang berkait pada gagang di tepi cangkir.
Ah, ya! Tentu!
Menurut beberapa sumber yang tidak diketahui keberadaannya, alias saya lupa (hehe…) :
Mengaitkan jari-jemari itu ternyata meningkatkan konsentrasi. Perhatikan pose meditasi dalam keadaan duduk, ada jemari yang terkait. Contoh yang mudah diamati ada pada patung Budha.
Ya! Jari-jemari mereka berkait. Sangat syahdu… khusyu’ dan penuh konsentrasi.
Saya masih ingat pula dengan para guru yang menggamitkan jarinya pada sebatang kapur, spidol maupun batang laser saat presentasi. Wah! Jangan coba-coba membuat kegaduhan yang tak perlu saat sang guru sedang melakukan ritual tersebut. Mereka sedang mengencangkan pikiran mereka alias memusatkan pikiran alias konsentrasi.
Tahu jadinya bila ada kegaduhan?
Sebatang kapur atau apapun dalam kaitan jemarinya akan melesat kearah sumber bebunyian. Cepat… dan biasanya tepat!
Itulah buah dari pemusatan pikiran atau bisa kita sebut ‘mengencangkan pikiran’.

Cangkir.
Sungguh sebuah benda yang unik!

Dia masih diam tertelungkup pada tempatnya. Tak tersentuh.
Sementara… jemari ini masih berkait pada sebatang pena. Kata demi kata masih berlompatan melepaskan diri dari kencangnya pikiran, menjalin kalimat demi kalimat tentang ‘cangkir’.

Cangkir.
Aku akan menunggu saat “berbuka puasa” untuk menggamit gagangmu. Saat ini sebaiknya aku menahan diri untuk menyentuh apalagi memandangmu karena kau belum halal bagiku. Aku akan bersabar… hingga saatnya nanti aku bisa mengaitkan jemariku pada gagang di tepianmu, aku akan membawamu mendekat padaku. Menyesap kesyahduan dalam hening dan khusyu’ yang dalam. Berterima kasih pada-Nya atas rizki yang telah Dia berikan padaku. Aamiin.

Cangkir.
Unik! Pada tanggal 12 Juni 2016 (Minggu pagi) saya dapat sebuah posting dari akun line @test_psikologi (terlihat pada gambar), bertuliskan : 
“Manakah kopi yang kamu lihat paling mahal harganya?”

Berikut penjelasannya :

Jika Anda memilih no. 1 : Anda termasuk tipe orang yang tenang dan obyektif, dalam artian cenderung memilih untuk tidak memihak dengan membabi buta. Anda akan mempelajari sudut pandang kedua belah pihak yang berselisih, baru kemudian mencari solusi yang terbaik. Anda juga cepat mempelajari hal baru sehingga banyak orang yang mengagumi kepandaian Anda.

Jika Anda memilih no. 2 : dapat dikatakan Anda adalah sosok yang cenderung individualistic dan enggan menghabiskan waktu dalam keramaian. Anda lebih suka menyendiri, larut dalam pemikiran Anda yang mendalam menyangkut kehidupan yang sudah dan yang akan Anda jalani. Ide Anda umumnya out of the box, sehingga wajar kalau orang lain menganggap sosok Anda eksentrik.

Jika Anda memilih no. 3 : dalam kelompok, pada dasarnya Anda cenderung tidak antusias untuk menjadi pemimpin. Namun, apabila sampai ditunjuk maka Anda akan menjalankan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, karena karakter Anda yang tidak ingin mengecewakan orang lain. Bahkan seringkali Anda berakhir menjadi pemimpin yang disukai karena loyalitas Anda yang tinggi.

Jika Anda memilih no. 4 : eksterior Anda yang cenderung kaku membuat banyak orang yang baru pertama kali bertemu salah mengira Anda sebagai sosok yang dingin. Padahal kalau sudah kenal, Anda sebenarnya memiliki banyak topic pembicaraan menarik dan selera humor yang baik. Anda cenderung tidak menyukai hal yang bertele-tele alias tidak praktis.

Jadi, unik bukan kawan kita sehari-hari ini? Si CANGKIR.