CANGKIR...
Tidak hendak berfilosofi, hanya
menuangkan sebuah pikiran.
Mengapa cangkir memiliki sebuah
gagang di tepinya?
Jawabnya, untuk mengaitkan jemari
kita padanya agar kita bisa memegangnya dengan kuat, lalu membawaya mendekati
kita.
Cangkir selalu identik dengan
cairan yang ada didalamnya (entah itu kopi atau teh), dan selalu ada kata
“menyesap” mengiringi ritual minum dari cangkir tersebut. Ada kesan syahdu dan
khusyu’ saat bunyi ‘sruup…’ halus terdengar samar-samar. Lalu, keheningan yang
hanya diiringi nada ‘sruup’ itu akan membawa si empunya melakukan sebuah
pemikiran yang singkat namun dalam.
Yah, cangkir selalu identik
dengan hal tersebut.
Dalam tatanan bahasa Jawa ada
benda yang disebut ‘cengkir’ yaitu kelapa yang masih sangat kecil namun telah
menampakkan adanya daging buah dan sedikit air. (Bukan kelapa yang paling kecil
ya, karena kelapa yang lebih kecil lagi punya nama lain : bluluk)
‘Cengkir’ dibahasakan sebagai
“kenceng ing pikir” (kuat pikirannya)
Entah darimana kata “cangkir” itu
bermula, tapi jaman dahulu kala orang memang menggunakan bathok ‘cengkir’ yang
dimodifikasi sebagai alat minum. Maka, bolehlah saya katakan bahwa “cangkir”
itu membawa kita untuk ‘mengencangkan pikiran’, tapi bukan berarti menjadi
stress!
Cangkir, minum, menyesap dan berpikir seperti sebuah
rangkaian yang tidak terpisahkan.
Semua bermula dari jemari kita
yang berkait pada gagang di tepi cangkir.
Ah, ya! Tentu!
Menurut beberapa sumber yang
tidak diketahui keberadaannya, alias saya lupa (hehe…) :
Mengaitkan jari-jemari itu
ternyata meningkatkan konsentrasi. Perhatikan pose meditasi dalam keadaan duduk, ada jemari yang terkait. Contoh yang mudah diamati ada pada patung Budha.
Ya! Jari-jemari mereka berkait.
Sangat syahdu… khusyu’ dan penuh konsentrasi.
Saya masih ingat pula dengan para
guru yang menggamitkan jarinya pada sebatang kapur, spidol maupun batang laser
saat presentasi. Wah! Jangan coba-coba membuat kegaduhan yang tak perlu saat
sang guru sedang melakukan ritual tersebut. Mereka sedang mengencangkan pikiran
mereka alias memusatkan pikiran alias konsentrasi.
Tahu jadinya bila ada kegaduhan?
Sebatang kapur atau apapun dalam
kaitan jemarinya akan melesat kearah sumber bebunyian. Cepat… dan biasanya
tepat!
Itulah buah dari pemusatan pikiran
atau bisa kita sebut ‘mengencangkan pikiran’.
Cangkir.
Sungguh sebuah benda yang unik!
Dia masih diam tertelungkup pada
tempatnya. Tak tersentuh.
Sementara… jemari ini masih
berkait pada sebatang pena. Kata demi kata masih berlompatan melepaskan diri
dari kencangnya pikiran, menjalin kalimat demi kalimat tentang ‘cangkir’.
Cangkir.
Aku akan menunggu saat “berbuka puasa”
untuk menggamit gagangmu. Saat ini sebaiknya aku menahan diri untuk menyentuh
apalagi memandangmu karena kau belum halal bagiku. Aku akan bersabar… hingga
saatnya nanti aku bisa mengaitkan jemariku pada gagang di tepianmu, aku akan
membawamu mendekat padaku. Menyesap kesyahduan dalam hening dan khusyu’ yang
dalam. Berterima kasih pada-Nya atas rizki yang telah Dia berikan padaku.
Aamiin.
Cangkir.
Unik! Pada tanggal 12 Juni 2016 (Minggu pagi) saya dapat sebuah
posting dari akun line @test_psikologi (terlihat pada gambar), bertuliskan :
“Manakah kopi yang kamu lihat paling mahal harganya?”
Berikut penjelasannya :
Jika Anda memilih no. 1 : Anda
termasuk tipe orang yang tenang dan obyektif, dalam artian cenderung memilih
untuk tidak memihak dengan membabi buta. Anda akan mempelajari sudut pandang
kedua belah pihak yang berselisih, baru kemudian mencari solusi yang terbaik.
Anda juga cepat mempelajari hal baru sehingga banyak orang yang mengagumi
kepandaian Anda.
Jika Anda memilih no. 2 : dapat
dikatakan Anda adalah sosok yang cenderung individualistic dan enggan
menghabiskan waktu dalam keramaian. Anda lebih suka menyendiri, larut dalam
pemikiran Anda yang mendalam menyangkut kehidupan yang sudah dan yang akan Anda
jalani. Ide Anda umumnya out of the box, sehingga wajar kalau orang lain
menganggap sosok Anda eksentrik.
Jika Anda memilih no. 3 : dalam
kelompok, pada dasarnya Anda cenderung tidak antusias untuk menjadi pemimpin. Namun,
apabila sampai ditunjuk maka Anda akan menjalankan tanggung jawab dengan
sebaik-baiknya, karena karakter Anda yang tidak ingin mengecewakan orang lain.
Bahkan seringkali Anda berakhir menjadi pemimpin yang disukai karena loyalitas
Anda yang tinggi.
Jika Anda memilih no. 4 :
eksterior Anda yang cenderung kaku membuat banyak orang yang baru pertama kali
bertemu salah mengira Anda sebagai sosok yang dingin. Padahal kalau sudah
kenal, Anda sebenarnya memiliki banyak topic pembicaraan menarik dan selera humor
yang baik. Anda cenderung tidak menyukai hal yang bertele-tele alias tidak
praktis.
Jadi, unik bukan kawan kita
sehari-hari ini? Si CANGKIR.
